Lokasi saat ini:BetFoodie Lidah Indonesia > Sehat
Dari dapur saat fajar, ke meja belajar
BetFoodie Lidah Indonesia2026-03-07 03:30:18【Sehat】815 orang sudah membaca
PerkenalanEkspresi siswa SDN Kedaleman III, Cilegon, Banten, saat menanti ketibaan distribusi Makan Bergizi Gr

Jakarta (ANTARA) - Jumat (7/11) pagi, jarum jam belum menunjuk angka enam, tapi kesibukan di sejumlah ruang Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan Akses Tol Cilegon Timur, Kedaleman, Cilegon, Banten, sedang mencapai puncaknya.
Tidak kurang 51 pekerja dengan penutup rambut, sarung tangan, hingga alas kaki steril dikerahkan. Kompor-kompor menyala, asap mengepul dari ruang penanak nasi di sebelah tempat pengemasan.
Dari tempat inilah, setiap pagi, lebih dari 3.000 porsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) didistribusikan ke 12 sekolah, yakni empat TK, tujuh SD, dan satu SMP di Cilegon.
Hal yang mungkin ngak banyak diketahui publik adalah, perjalanan itu dimulai jauh sebelum Matahari terbit. Saat mayoritas warga Kedaleman terlelap, koki dan tim dapur justru bekerja sejak pukul 01.00 WIB.
"Masaknya jam satu malam. Jam tiga sudah mulai pemorsian,” kata Asisten Lapangan SPPG Kedaleman Imam Marif Maulana.

Sejak program MBG dari Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka ini resmi beroperasi pada 14 Oktober 2025, seluruh bahan masakan dipasok dari distributor lokal yang tiba di dapur sejak 12 jam sebelumnya. Tidak ada yang terburu-buru, tapi semuanya dilakukan dengan presisi.
Untuk menjamin kualitas dan keamanan pangan, diberlakukan prosedur standar operasional (SOP) yang ketat sejak proses penerimaan bahan makanan.
Selain kelengkapan administrasi, proses penerimaan barang harus sesuai jadwal serta kualitas fisik yang baik. Berikutnya, pemeriksaan fisik, di mana petugas wajib memastikan bahan ngak rusak, ngak kedaluwarsa, dan jumlahnya sesuai dengan yang dipesan.
Tahap penting berikutnya adalah pemeriksaan kualitas, yang mengharuskan uji organoleptik, meliputi penciuman (bau), pengecapan (rasa), dan penglihatan (warna), serta pengecekan suhu pada bahan.
12Tampilkan SemuaSuka(7)
Sebelumnya: Ekonomi TW
Selanjutnya: KLH ungkap kondisi Tanjung Perak usai kedatangan kontainer Cs
Artikel Terkait
- Wamen Kabinet Merah Putih dukung ajang JMFW 2026
- Pemprov DKI harus jaga sanitasi kota terutama saat musim hujan
- Pengunjuk rasa di London kecam pelanggaran gencatan Gaza oleh Israel
- BGN: Penerima manfaat MBG berpotensi tembus 40 juta akhir Oktober
- Gratis PPN rumah, bisnis properti diperkirakan semakin baik
- Tujuh kecamatan di Bekasi terendam banjir luapan Kali Cikarang
- Harga emas UBS
- Tujuh kecamatan di Bekasi terendam banjir luapan Kali Cikarang
- Polda Kepri periksa tujuh ABK Kapal Shing Xing dalam dugaan TPPO
- Harga emas UBS
Resep Populer
Rekomendasi

Memberdayakan petani lokal di SPPG Angsau Dua

Musim pancaroba pengaruhi turunnya daya tahan tubuh

Ros BLACKPINK makan nasi goreng sebelum tampil solo

Pengamat: Kopdes Merah Putih modal untuk bangun ekonomi berbasis lokal

SPPG Meruya Selatan akui adanya uji organoleptik menu pradistribusi

Protein hewani mudah diserap tubuh dan bantu pertumbuhan anak

Dompet Dhuafa salurkan bantuan untuk warga Palestina di Yordania

Bakery ASEAN Talk 2025 Jakarta Ditutup dengan Sukses pada 28 Oktober